Kisah Asal Usul Arti Kehidupan

Apa sih arti kehidupan menurut pandangan kalian? Setiap kejadian yang pernah terjadi dalam hidup ini pasti ada hikmah dan maknanya. Lantas, apa sebenarnya makna kehidupan itu? 

 

Hidup selalu menyimpan banyak makna yang sangat luar biasa dan juga memberi manfaat tersendiri bagi manusia. Makna hidup mengajarkan kita banyak hal, mulai dari hal terkecil sampai yang terbesar, salah satunya proses kedewasaan dan juga pengalaman hidup yang luar biasa.

 

Menurut Viktor E Frank dalam buku Naisaban, makna hidup adalah arti hidup bukan untuk dipertanyakan, tetapi direspon karena kita semua bertanggung jawab untuk suatu hidup. Sehingga, penting bagi setiap manusia untuk memiliki kehendak akan makna hidup agar ia selalu memiliki alasan untuk hidup. Makna hidup bagi setiap orang berbeda dan dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi yang dialami seseorang.

 

Hidup tak selamanya berjalan mulus, perlu batu kerikil supaya kita berhati-hati, perlu semak berduri supaya kita waspada, perlu persimpangan supaya kita bijaksana dalam memilih, perlu masalah supaya kita tahu kita punya kekuatan, perlu pengorbanan supaya kita tahu cara bekera keras, perlu air mata supaya kita tahu cara merendahkan hati, perlu menerima cela supaya kita tahu cara menghargai, perlu senyum dan tawa supaya kita bisa bersyukur, perlu orang lain supaya kita tidak sendiri, jika kita mempunyai masalah jangan menggerutu, marah dan mengeluh. Selesaikan dengan cara sabar, bersyukur dan tersenyum, teruslah melangkah walau ada rintangan, jangan takut untuk berjalan dijalan yang benar, saat tak ada dinding untuk bersandar masih ada lantai untuk kita bersujud, jangan menghitung apa yang hilang tapi hitunglah yang masih tersisa.

Alasan untuk hidup tidak selalu harus yang besar, yang terpenting hidup bisa membuat kita merasa bahwa hidup itu layak untuk diperjuangkan. Victor Frankl “Seseorang yang menyadari tanggung jawab yang ia emban terhadap orang yang sedang menunggunya dengan cinta atau pekerjaan yang belum ia selesaikan, tidak akan pernah sanggup untuk menyia-nyiakan hidupnya”, karena dia tahu kenapa dia hidup. Nah, Kita harus percaya bahwa kita bisa untuk melewati segala penderitaan yang kita hadapi.

 

Hal terburuk yang bisa membatasi manusia itu bukan jeruji besi di penjara, tapi yang memenjarakan kita adalah pikiran kita sendiri. Iya, penjara yang kita pasang di pikiran kita yang mengatakan bahwa “wah, kita tidak bisa berkembang”, “kita tidak bisa maju” dan “kita tidak bisa bahagia”. Nah, caranya jangan penjarakan pikiran kalian sendiri. Dunia sudah keras sama kita, jadi kita jangan keras sama diri kita sendiri.